السلام عليكم....
Hai sahabat zain ketemu lagi kita :D ....
Hai sahabat zain ketemu lagi kita :D ....
yuk mari kita simak siapa Ali bin Abi Thalib Berikut biografi dan nasihat beliau...
‘Alī bin Abī Thālib (Arab: علي بن أﺑﻲ طالب, Persia: علی پسر ابو طالب) (lahir sekitar 13 Rajab 23 Pra Hijriah/599 Masehi – wafat 21 Ramadan 40 Hijriah/661 Masehi), adalah salah seorang pemeluk Islam pertama dan juga keluarga dari Nabi Muhammad
. Ali adalah sepupu dan sekaligus mantu Muhammad, setelah menikah dengan Fatimah az-Zahra. Ia pernah menjabat sebagai salah seorang khalifah pada tahun 656 sampai 661.
Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, Jazirah Arab, pada tanggal 13 Rajab. Menurut sejarawan, Ali dilahirkan 10 tahun sebelum dimulainya kenabian Muhammad
Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fatimah binti Asad, di mana Asad merupakan anak dari Hasyim, sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim dari sisi bapak dan ibu.
Kelahiran Ali bin Abi Thalib banyak memberi hiburan bagi nabi
karena dia tidak punya anak laki-laki. Uzur dan faqir nya keluarga Abu Thalib memberi kesempatan bagi nabi Muhammad
bersama istri dia Khadijah untuk mengasuh Ali dan menjadikannya putra angkat. Hal ini sekaligus untuk membalas jasa kepada Abu Thalib yang telah mengasuh nabi sejak dia kecil hingga dewasa, sehingga sedari kecil Ali sudah bersama dengan Muhammad
.
Dalam biografi asing (Barat), hubungan Ali bin Abi Thalib kepada Muhammad
dilukiskan seperti Yohanes Pembaptis kepada Yesus. Dalam riwayat-riwayat Syi'ah dan sebagian riwayat Sunni, hubungan tersebut dilukiskan seperti Nabi Harun kepada Nabi Musa.
Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali menikah dengan Fatimah az-Zahra, putri Nabi Muhammad
Pertempuran yang diikuti pada masa nabi
Perang Badar
Beberapa saat setelah menikah, pecahlah perang Badar, perang pertama dalam sejarah Islam. Di sini Ali betul-betul menjadi pahlawan disamping Hamzah, paman nabi. Banyaknya Quraisy Mekkah yang tewas di tangan Ali masih dalam perselisihan, tetapi semua sepakat dia menjadi bintang lapangan dalam usia yang masih sangat muda sekitar 25 tahun.
Perang Khandaq
Perang Khandaq juga menjadi saksi nyata keberanian Ali bin Abi Thalib ketika memerangi Amar bin Abdi Wud . Dengan satu tebasan pedangnya yang bernama dzulfikar, Amar bin Abdi Wud terbelah menjadi dua bagian.
Perang Khaibar
Setelah Perjanjian Hudaibiyah yang memuat perjanjian perdamaian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, dikemudian hari Yahudi mengkhianati perjanjian tersebut sehingga pecah perang melawan Yahudi yang bertahan di Benteng Khaibar yang sangat kukuh, biasa disebut dengan perang Khaibar. Di saat para sahabat tidak mampu membuka benteng Khaibar, nabi bersabda:
"Besok, akan aku serahkan bendera kepada seseorang yang tidak akan melarikan diri, dia akan menyerang berulang-ulang dan Allah akan mengaruniakan kemenangan baginya. Allah dan Rasul-Nya mencintainya dan dia mencintai Allah dan Rasul-Nya".
Maka, seluruh sahabat pun berangan-angan untuk mendapatkan kemuliaan tersebut. Namun, temyata Ali bin Abi Thalib yang mendapat kehormatan itu serta mampu menghancurkan benteng Khaibar dan berhasil membunuh seorang prajurit musuh yang berani bernama Marhab lalu menebasnya dengan sekali pukul hingga terbelah menjadi dua bagian.
Nasehat Ali bin Abi Thalib

Kehidupan ini selalu bergulir tiada kenal henti, kerling mata sang waktu mampu mengubah umat manusia, yang tadinya jahat menjadi berbudi, yang paginya beriman sorenya kafir, yang siangnya bertahtakan amal shalih, mendadak malamnya ia habiskan dalam pelukan hangat maksiat.
Ada pula waktu mudanya lidahnya kelu dari ucapan dusta, dimasa tuanya lisannya begitu fasih mengolah kalimat tipu muslihat. Ada pula manusia yang waktu bujangnya berpenampilan apa adanya, ketika sudah berumah tangga ia menjadi pesolek, ia pintar membungkus kebohongan, lihai menyembunyikan watak dan niat jahatnya, jubah dan jenggotnya semakin memperteguh kemunafikannya, jilbab dan cadarnya melengkapi penyamarannya.
Ada juga yang terang-terangan tanpa malu memproklamirkan kemunkaran, bahkan mengajak teman-temannya untuk ikut menikmati cawan-cawan kesesatan yang dimatanya nampak seperti anggur yang memabukkan.

Mari kita renungkan perkataan Sayyidina Ali Karramallahu Wajhah :
"Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan"
"Keyakinan hanya tinggal pemikiran yang tidak berbekas dalam perbuatan"
"Ada orang baik tapi tidak berakal, ada orang berakal tapi tidak beriman Ada yang berlisan fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyu` namun sibuk dalam kesendirian"
"Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombong iblis, ada ahli maksiat tapi rendahhati bagaikan sufi"
"Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, ada yang banyak menangis karena kufur nikmat "
"Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut "
"Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan, ada juga penzina yang tampil sebagai figur panutan"
"Ada yang punya ilmu tapi tidak paham, ada yang paham ilmu tapi tidak mengamalkannya"
"Ada yang pintar tapi tukang membodohi umat, ada yang bodoh malah sok pintar"
"Ada yang beragama tapi tidak berakhlaq, ada yang berakhlaq tapi tidak bertuhan"
Lalu di antara semua itu, di mana aku berada ? ...........
Semoga bermanfaat. Dan semoga kita bisa terus mengambil pelajaran dan teladan dari Rasulullah dan para sahabat-shabiyah beliau. aamiin.
Yuk terus dan terus mengkaji siroh Rasul dan sahabat ☺☺☺☺
Home

